Aku hanya bisa memandangi foto orang yang menurut mama adalah ayahku. Disaat aku menyesali segala macam perbuatan terkutukku terhadap mama, orang yang selama 18 tahun telah merawatku seorang diri hingga tumbuh menjadi seperti ini. Aku terlahir sebagai anak yatim karena tak pernah melihat ayahku kecuali foto yang kusaksikan saat ini. Ayahku tewas kecelakaan saat akudalam kandungan. Dulu ayahku adalah seorang pekerja proyek bangunan irigasi, hingga selalu bekerja berpindah-pindah dari satu pelosok ke pelosok lainnya.
Jumat, 23 Desember 2011
istri paman ku
Saat itu pertengahan 1989 adalah liburan semesteran kuliahku di fakultas ekonomi sebuah universitas bergengsi di Bandung. Dengan IPK diatas 3 yang berhasil kucapai, aku merasa ingin memanjakan tubuhku di liburan kali ini. Aku ingin mencari suasana baru dan melupakan aktifitas kampus yang melelahkan, setelah berkonsultasi dengan kedua orang tuaku yang tinggal di Jakarta, aku pun memutuskan untuk pergi ke Garut dan menghabiskan liburanku di rumah Mang Iyus dan Bi Laha. 'Mamang' dan 'Bibi' adalah terminologi Sunda yang berarti 'Oom' dan 'Tante'. Mang Iyus masih bisa dibilang sepupu ayahku karena ibu Mang Iyus dan kakekku adalah kakak beradik lain ibu. Mang Iyus adalah seorang tuan tanah dan pengusaha dodol yang cukup sukses di Garut. Sawahnya berhektar-hektar dan menghasilkan beras kualitas nomor satu sampai beratus-ratus ton di masa panen. Performance pabrik dodolnya pun tak kalah mengecewakan. Paling tidak supermarket-supermarket besar di kota-kota utama Jawa Barat pasti menjual produknya. Usia Mang Iyus sudah mencapai 45 tahun dan isterinya 10 tahun lebih muda darinya. Aku cuma tertawa ketika ayahku mengingatkanku untuk tidak tergoda pada isteri sepupunya itu. "Pamanmu itu seleranya tinggi.. si Laha itu dulu kembangnya Cilimus.. bapak yakin isteri muda si Iyus nggak kalah cantiknya.."
susu bunda mengeras [anak dan ibu]
Hujan turun lebat sekali hingga membuat jarak pandang menjadi sangant terbatas. Wawan berusaha keras untuk melihat jalanan didepannya dari .
Ibunya, Krista duduk di kursi sampingnya mengintip keluar berusaha menembus derasnya hujan yang turun. Setiap beberapa saat, Krista menoleh dan memandang ke luar jendela belakang selama beberapa detik kemudian melihat kembali ke depan.
Ibunya, Krista duduk di kursi sampingnya mengintip keluar berusaha menembus derasnya hujan yang turun. Setiap beberapa saat, Krista menoleh dan memandang ke luar jendela belakang selama beberapa detik kemudian melihat kembali ke depan.
Minggu, 11 September 2011
birahi ayah kandung 4
Dari bagian 3
Seperti kejadian pertama, meskipun aku terpuaskan bukan main tapi kejadian kedua bersama ayah menyisakan sesal dibathinku. Apalagi setiap kali aku mendengar ceramah rohani, aku merasa dosa terhadap Mas Hamdi suamiku. Selain itu aku juga merasa dosa melakukan hubungan intim dengan ayah kandungku, bukankah kami sedarah dan tabu untuk melakukan itu?
Seperti kejadian pertama, meskipun aku terpuaskan bukan main tapi kejadian kedua bersama ayah menyisakan sesal dibathinku. Apalagi setiap kali aku mendengar ceramah rohani, aku merasa dosa terhadap Mas Hamdi suamiku. Selain itu aku juga merasa dosa melakukan hubungan intim dengan ayah kandungku, bukankah kami sedarah dan tabu untuk melakukan itu?
birahi ayah kandung 3
Desiran yang kurasa semakin menjadi saat ayah melorotkan CD yang kupakai lalu menyingkap naik bagian bawah dasterku. Posisiku jadi nungging membelakangi ayah dengan tubuh bagian bawah bugil. Ayah lalu memandu kedua kakiku untuk lebih merenggang jarak, lalu ia pun berlutut dibagian itu.
birahi ayah kandung 2
Dari bagian 1
Rasa gatal yang sangat kurasakan dipucuk-pucuk kedua susuku yang putingnya sudah mengembang pertanda birahi yang kualami.
Ayah meneruskan aktifitasnya mengusapi klitorisku dengan jempolnya, usapan itu perlahan melemah dengan posisi jempol beranjak menjauh dari klitorisku. Saat itu aku sudah sangat terangsang oleh ayah, pinggulku kini yang naik mengejar jempol ayah agar tak meninggalkan klitorisku. Aku menggelepar dengan napas sudah sangat tidak beraturan lagi, pikiranku sudah melayang dan tak ingat lagi bahwa yang merangsangku adalah ayahku sendiri. Tapi disaat aku sudah sangat terangsang seperti itu, ayah justru menghentikan aktifitasnya di klitorisku. Pinggulku yang tadinya sedikit mengangkat mencari jempol ayah langsung terjerembab lagi, aku terpejam menahan gejolak yang berkecamuk ditubuhku.
Rasa gatal yang sangat kurasakan dipucuk-pucuk kedua susuku yang putingnya sudah mengembang pertanda birahi yang kualami.
Ayah meneruskan aktifitasnya mengusapi klitorisku dengan jempolnya, usapan itu perlahan melemah dengan posisi jempol beranjak menjauh dari klitorisku. Saat itu aku sudah sangat terangsang oleh ayah, pinggulku kini yang naik mengejar jempol ayah agar tak meninggalkan klitorisku. Aku menggelepar dengan napas sudah sangat tidak beraturan lagi, pikiranku sudah melayang dan tak ingat lagi bahwa yang merangsangku adalah ayahku sendiri. Tapi disaat aku sudah sangat terangsang seperti itu, ayah justru menghentikan aktifitasnya di klitorisku. Pinggulku yang tadinya sedikit mengangkat mencari jempol ayah langsung terjerembab lagi, aku terpejam menahan gejolak yang berkecamuk ditubuhku.
birahi ayah kandung
Cerita ini seperti disampaikan Mar (18) kepada penulis. Ditulis ulang tanpa merubah maknanya, sebagai sumbangsih untuk pencinta dan pembaca sumbercerita.com
*****
Sebut saja aku Mar, wanita berusia 18 tahun, sudah menikah dan sedang hamil 8 bulan. Aku berani menceritakan kisahku setelah Sam (60), ayah kandungku diamankan polisi lima bulan lalu, setelah sempat digebuki Mas Hamdi (25), suamiku.
*****
Sebut saja aku Mar, wanita berusia 18 tahun, sudah menikah dan sedang hamil 8 bulan. Aku berani menceritakan kisahku setelah Sam (60), ayah kandungku diamankan polisi lima bulan lalu, setelah sempat digebuki Mas Hamdi (25), suamiku.
Langganan:
Postingan (Atom)